|
SEKILAS KABUPATEN MAJALENGKA
Kondisi fisik geografis Kabupaten Malengka, terletak di
sebelah Timur propinsi Jawa Barat yaitu sebelah Barat antara 108 0
03'-108 0 19' Bujur Timur, sebelah Timur antara 108 0 12'-108 0 25'
Bujur Timur dan di sebelah Utara antara 6 0 36'-6 0 58' Lintang Selatan,
sebelah Selatan antara 6 0 43'-7 0 03' dengan luas wilayah 1.204,24 Km 2
(120.424 Ha) atau seluas 3,25 % dari luas wilayah Propinsi Jawa Barat.
Secara administratif Kabupaten Majalengka terdiri atas 23
Kecamatan terdiri atas 318 Desa dan 13 Kelurahan.
Jumlah penduduk Kabupaten Majalengka Tahun 2004 tercatat
sebanyak 1.160.583 orang terdiri atas laki-laki sebanyak 574.614 jiwa
dan perempuan sebanyak 585.969 jiwa dengan Laju petumbuhan penduduk
sebesar 0,9 %.
Wilayah Kabupaten
Majalengka di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten
Indramayu, di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Cirebon dan
Kuningan, sebelah Selatan dengan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya serta
di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sumedang.
Menurut keadaan geologi yang meliputi sebaran dan struktur
batuan, terdapat beberapa batuan dan formasi batuan yaitu :
Aluvium
seluas 17.162 Ha
(14,25%),
Pleistocene Sedimentary
Facies
seluas 13.716 Ha (13,39%),
Miocene Sedimentary Facies
seluas 23,48 Ha (19,50%),
Undiferentionet Vulcanic Product
seluas 51.650 Ha (42,89%),
Pliocene Sedimentary Facies,
seluas 3.870 Ha (3,22%),
Liparite Dacite
seluas 179
Ha (0,15%), Eosene,
seluas 78 Ha (0,006%), Old
Quartenary Volkanik Product
seluas 10.283 Ha (8,54%).
Jenis-jenis tanah di Kabupaten Majalengka ada beberapa
macam, secara umum jenis tanah terdiri atas
Latosol
,
Podsolik
,
Grumosol
,
Aluvial
, Regosol
, Mediteran
dan asosiasinya
.
Jenis-jenis tanah tersebut memegang peranan penting dalam menentukan
tingkat kesuburan tanah dalam menunjang keberhasilan sektor pertanian.
Keadaan morfologi dan fisiografi wilayah Kabupaten Majalengka sangat
bervariasi dan dipengaruhi oleh perbedaan ketinggian suatu daerah dengan
daerah lainnya, dengan distribusi sebagai berikut :
§ Morfologi dataran rendah yang meliputi Kecamatan Kadipaten,
Panyingkiran, Dawuan, Jatiwangi, Sumberjaya, Ligung, Jatitujuh,
Kertajati, Cigasong, Majalengka, Leuwimunding dan Palasah. Kemiringan
tanah di daerah ini antara 5% - 8% dengan ketinggian antara 20-100 m di
atas permukaan laut (dpl.), kecuali di Kecamatan Majalengka tersebar
beberapa perbukitan rendah dengan kemiringan antara 15% - 25%.
§
Morfologi berbukit dan bergelombang meliputi Kecamatan Rajagaluh dan
Sukahaji sebelah Selatan, Kecamatan Maja, sebagian Kecamatan Majalengka.
Kemiringan tanah di daerah ini berkisar antara 15% - 40% , dengan
ketinggian 300-700 m dpl.
§
Morfologi perbukitan terjal meliputi daerah sekitar Gunung Ciremai,
sebagian kecil Kecamatan Rajagaluh, Argapura, Talaga, sebagian Kecamatan
Sindangwangi, Cingambul, Banjaran, Bantarujeg dan Lemahsugih dan
Kecamatan Cikijing bagian Utara. Kemiringan di daerah ini berkisar 25% -
40% dengan ketinggian antara 400 - 2000 m di atas permukaan laut.
Curah
hujan tahunan rata-rata di Kabupaten Majalengka berkisar antara 2.400 mm
– 3.800 mm/tahun dengan rata-rata hari hujan sebanyak 11 hari/bulan.
Angin pada umumnya bertiup dari arah Selatan dan Tenggara, kecuali pada
bulan April sampai dengan Juli bertiup dari arah Barat Laut dengan
kecepatan antara 3 - 6 knot (1 Knot = 1.285 m/jam).
Dari
aspek hidrologis, di Kabupaten Majalengka mempunyai beberapa jenis
potensi sumber daya air yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. Potensi sumber daya air tersebut meliputi : 1) air
permukaaan, seperti mata air, sungai , danau, waduk lapangan atau rawa,
2) air tanah, seperti sumur bor dan pompa pantek dan air hujan. Adapun
sungai-sungai yang besar di antaranya adalah Sungai Cilutung, Cideres,
Cikeruh, Ciherang, Cikadondong, Ciwaringin, Cilongkrang, Ciawi, dan
Cimanuk.
Selain
sumber-sumber air tersebut di atas, terdapat pula jaringan irigasi yang
menunjang pertanian dan fungsinya mendistribusikan, mengalirkan dan
mengatur aliran air untuk keperluan pertanian di sawah-sawah, kolam dan
lain-lain. Bangunan jaringan irigasi terdiri dari atas bangunan bendung
634 buah, bangunan air 1.015 buah, saluran pembawa air sepanjang 578.519
Km dan saluran pembuang air sepanjang 483.471 Km.
Potensi sumber
daya lahan untuk kegiatan pertanian tanaman pangan dan hortikultura,
peternakan, perikanan, perkebunan dan hutan rakyat, terdiri atas
lahan sawah 50.937 Ha
meliputi Irigasi Teknis
seluas 17.120 Ha, Irigasi Setengah Teknis seluas 8.874 Ha, Irigasi
Sederhana seluas 4.464 Ha, Irigasi Non PU seluas 7.379 Ha dan Tadah
Hujan Seluas 13.100 Ha serta
non sawah 69.487 Ha
meliputi Pekarangan (Bangunan)
seluas 12.324 Ha, Tegal (Kebun) seluas 24.310 Ha, Ladang (Huma) seluas
45 Ha, Pengembalaan seluas 1.338 Ha, Rawa seluas 105 Ha, Kolam (Empang)
seluas 594 Ha, Perkebunan seluas 431 Ha, Hutan Rakyat seluas 3.424 Ha,
Hutan Negara seluas 20.140 Ha dan Lain-lain seluas 6.676 Ha.
|
PETA WILAYAH
ADMINISTRASI KABUPATEN
MAJALENGKA |
|
Lokasi |
: |
108° 03’ - 108° 19 BT di sebelah barat, 108° 12’ - 108° 25’ BT
di sebelah timur, 6° 36’ - 6° 58’ LS di sebelah utara, dan 6°
43’ - 7° 03’ LS di sebelah selatan |
|
Suhu
rata-rata |
: |
Rata-rata 18' C - 32' C |
|
Kelembaban |
: |
tipe
iklim C dengan
nilai Q ± 37,5% |
|
Ketinggian |
: |
0-2000 dpl
|
|
Curah Hujan |
: |
± 2.400
mm-3.800 mm/tahun |
|
Luas
Wilayah |
: |
1.204,24 km² |
|
Jumlah Kec. |
: |
23 kecamtan |
|
Jumlah Desa |
: |
318 desa, 13 kelurahan |
|
Jumlah
Penduduk |
: |
1.185.000 (2003) |
|
Kepadatan |
: |
984 jiwa/km² |
|