Edukasi Menghadapi Bencana Tsunami

Oleh Admin

Terbit Selasa, 29 Januari 2019   Dibaca 69 kali



Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan, yang artinya ratusan kilometer wilayah Indonesia ada dibibir pantai atau laut. Indonesia adalah negara yang terletak pada empat lempeng tektonik yaitu lempeng benua Asia, lempeng benua Australia, lempeng samudra Hindia, dan lempeng samudra Pasifik. Gempa bumi yang di sebabkan oleh interaksi lempeng tektonik dapat menimbulkan gelombang pasang apabila terjadi di samudra. Dengan wilayah yang sangat di pengaruhi oleh penggerak lempeng tektonik ini, Indonesia menjadi rawan tsunami. Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang dibangkitkan oleh macam-macam gangguan di dasar samudra. Gangguan ini dapat berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Tsunami berasal dari bahasa Jepang, Tsu yang berarti pelabuhan dan Nami yang berarti gelombang. Secara harfiah, tsunami mempunyai arti ombak besar di pelabuhan. Lebih ilmiah lagi,  yang dimaksud tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal yang berlangsung dengan tiba- tiba. mengapa nama bencana ini adalah tsunami yang diambil dari bahasa Jepang? Mungkin karena negara Jepang merupakan negara yang sangat rawan dengan adanya gempa, sehingga terjadinya gelombang besar yang merupakan akibat dari gempa biasa terjadi.

Tsunami membawa dampak yang luar biasa bagi manusia dan alam. Pertama, kerusakan infrastruktur yang berat, dari mulai bangunan rumah, jembatan, kebun, lahan, hutan dan infrastruktur lainnya. Bencana tsunami besar yang melanda Indonesia dengan sebelumnya gempa berkekuatan 9.1 Skala Richter tahun 2004 di Aceh telah meluluhlantakkan beberapa kota di Aceh, diantaranya adalah Meulaboh dan Banda Aceh. Hancurnya kota menyebabkan saluran komunikasi terputus, kehidupan kota menjadi mati. Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk membangun kembali kota atau wilayah yang terkena bencana tsunami. Kedua, timbulnya perasaan trauma dari masyarakat yang mengalami kejadian bencana tsunami dan masih hidup hingga sekarang. Bukan hanya efek trauma, tetapi juga perasaan sakit dan sedih yang dialami oleh masyarakat yang anggota keluarganya meninggal dan hilang akibat tsunami. Ketiga, perekonomian dan aktivitas kerja menjadi lumpuh.

Untuk mewaspadai terjadinya tsunami, masyarakat harus mengenal tanda-tanda tsunami, diantaranya adalah :

    Terjadinya gempa atau getaran yang terjadi dibawah laut.

Gempa dibawah laut memicu terjadinya gelombang tsunami, apabila pusat gempa memiliki kedalaman kurang dari 30 meter dan getarannya melebihi 6,5 Skala Richter

    Surutnya air laut secara tiba-tiba

Air laut yang surut secara tiba-tiba dapat menjadi tanda yang paling terbaca akan terjadi tsunami. Semakin surut air laut, semakin besar tsunami akan terjadi. Surutnya air laut ini sebenarnya karena disebabkan oleh permukaan laut turun secara mendadak sehingga terdapat kekosongan ruang dan menyebabkan air laut pantai tertarik. Dan ketika gelombang tsunami telah tercipta yang baru, maka air akan kembali ke pantai dengan wujud gelombang yang sangat besar.

    Terdengar suara gemuruh keras

Suara gemuruh keras terjadi di dalam laut seperti suara kereta pengangkut barang dan suara ledakan di bawah laut.

    Terdapat tanda-tanda alam yang tidak biasa.

Tanda- tanda alam yang tidak biasa ini seperti gerakan angin yang tidak biasa, perilaku hewan yang aneh. Beberapa perilaku hewan yang aneh ini contohnya adalah aktifnya kelelawar di siang hari, kemudian banyak burung- burung terbang bergerombol (padahal biasanya tidak pernah terlihat), dan juga beberapa perilaku binatang darat. Contoh di Thailand, sebelum terjadinya tsunami, gajah- gajah Thailand saling berlarian menuju ke bukit untuk menyelamatkan diri.

Setelah mengenal tanda-tanda terjadi tsunami, maka masyarakat juga harus mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana tsunami terjadi :

    Tinggalkan bibir pantai apabila berada di pantai
    Carilah tempat setinggi-tingginya
    Jika air laut tiba-tiba surut, segera lakukan evakuasi, dengan menjauhi pantai sejauh-jauhnya supaya tidak banyak korban berjatuhan

Untuk mencegah timbulnya kerusakan dan korban apabila tsunami terjadi, yang harus dilakukan adalah :

    Membuat rumah tahan gempa bumi dan tsunami

Pada saat terjadi gempa, permukaan tanah adalah salah satu komponen alam yang paling terpengaruh. Untuk memastikan desain rumah tahan gempa, pastikan tanah di mana hunian berdiri memiliki kepadatan cukup baik, keras, dan tidak porus sehingga getaran yang terjadi akibat gempa tidak mengubah permukaan tanah terlalu ekstrem yang berakibat rusaknya struktur bawah bangunan.Di Sumatera Barat, Rumah tradisional minang ternyata merupakan rumah tahan gempa bumi karena memang sejak dulu wilayah sumatera barat merupakan wilayah yang kerap terjadi gempa dan berpotensi tsunami, sehingga konstruksi rumah gadang adalah konstruksi tahan gempa bumi, terbukti ketika gempa bumi terjadi, tidak banyak rumah gadang di Sumatera Barat rusak.

Bangunan tahan gempa adalah bangunan yang :

    Digoyang gempa ringan, tidak mengalami kerusakan apa-apa,
    Digoyang gempa sedang, hanya mengalami kerusakan pada elemen  non struktural saja,
    Digoyang gempa besar, boleh mengalami kerusakan pada elemen non struktural maupun struktural, tetapi bangunan harus tetap berdiri dan tidak boleh rubuh.

    Struktur Pantai

Didaerah pantai dimana gempa biasa terjadi sebaiknya dibangun struktur bangunan penahan ombak berupa dinding pantai (sea wall or coastal dike) yang merupakan bangunan pertahanan (defense structure) terhadap tsunami. Struktur ini akan efektif, bila ketinggian tsunami relatif tidak terlalu tinggi. Jika ketinggian tsunami melebihi 5 meter, prasarana ini kurang begitu berfungsi. Pohon-pohon pantai seperti tanaman bakau (mangrove) juga cukup efektif untuk mereduksi energi tsunami, terutama untuk tsunami dengan ketinggian kurang dari 3 meter.

 

     Penataan Wilayah

Korban terbanyak bencana tsunami adalah perkampungan padat didaerah pantai disamping daerah wisata pantai. Cara paling efektif mengurangi korban bahaya tsunami adalah dengan memindahkan wilayah pemukiman pantai ke daerah bebas tsunami (tsunami-free area). Menurut catatan, sudah banyak peristiwa tsunami yang menyapu habis pemukiman nelayan disekitar pantai, mereka terperangkap dan tidak sempat menyelamatkan diri ketika tsunami datang. Kedatangan tsunami yang begitu cepat sangat tidak memungkinkan penduduk didaerah pesisir pantai untuk meloloskan diri. Perkiraan tentang daerah penggenangan tsunami (tsunami inundation area) diperlukan untuk merancang daerah pemukiman yang aman bagi penduduk.

    Sistem Yang Terpadu

Sistem pencegahan tsunami (tsunami prevention system) akan meliputi hal hal sebagai berikut: peramalan, peringatan, evakuasi, pendidikan masyarakat, latihan, kebiasaan untuk selalu waspada terhadap bencana, dan kesigapan pasca bencana.

Bencana alam adalah sesuatu yang tidak dapat kita cegah  datangnya, karena siklus alam terjadi  atas kehendak Allah SWT, namun sebagai manusia, hendaknya memiliki usaha untuk menghindar dari bencana, dan menolong sesama apabila terjadi bencana ketika orang lain menjadi korban (Early F/ PS Muda)

 

Sumber :

https://ilmugeografi.com/bencana-alam/bencana-tsunami diunduh pada tanggal 28 Agustus 2018 pukul 09.05 wib

https://awastsunami.wordpress.com/pencegahan-tsunami diunduh pada 30 Agustus 2018 pukul 10.10 wib


Bagikan