Orang Tua Garda Depan Disabilitas Intelektual

Oleh Admin

Terbit Selasa, 13 November 2018   Dibaca 53 kali



Orang tua menjadi faktor terpenting dalam rehabilitasi penyandang disabilitas intelektual. Peran orang tua dibutuhkan selama proses rehabilitasi dan pascarehabilitasi agar mengoptimalkan hasil rehabilitasi selama pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung, Murhardjani, dihadapan ratusan orang tua penerima manfaat di lembaga rehabilitasi disabilitas intelektual ini.

"Kami akan membekali penerima manfaat (disabilitas intelektual) dengan pembiasaan, kemampuan dan ketrampilan tertentu. Selanjutnya orang tualah yang akan menentukan apakah kemampuan dan ketrampilan akan berkembang atau malah terlupakan,” katanya.

Murhardjani menambahkan, peran orang tua juga dibutuhkan untuk memberikan semangat bagi penerima manfaat selama proses rehabilitasi. Motivasi yang diberikan orang tua sangat berpengaruh terhadap semangat penerima manfaat dalam menerima pelatihan ketrampilan dan kemampuan lainnya.

“Kita punya enam anak Negara, mereka dibiayai Negara karena orang tuanya tidak diketahui. Untuk memberi semangat ke mereka, kami sering telepone sesama karyawan, mereka berpura-pura menjadi ibu atau bapaknya. Intinya, selama proses rehabilitasi, mereka membutuhkan semangat dari orang-orang dekat, apalagi orang tua,” terangnya.

Salah seorang wali penerima manfaat, Roy Hartono, mengatakan, ia merasa bersyukur dapat menyertakan anaknya dalam rehabilitasi di BBRSBG Kartini Temanggung. Menurutnya, selama enam bulan setelah menjalani proses rehabilitasi, anaknya mengalami perubahan sikap mengarah ke positif dan ketrampilan kerajinan tangan.
“Libur puasa kemarin anak saya pulang bawa keset hasil karyanya sendiri. Lalu dijual dan ternyata laku. Hasilnya juga sudah rapi. Padahal baru enam bulan disini,” tutur pria asal Lampung ini.

 

Sumber : www.kemsos.go.id


Bagikan