68 Warga Jabar Di Wamena Yang Memilih Pulang Siap Untuk Dipulangkan

Oleh Admin

Terbit Senin, 7 Oktober 2019   Dibaca 9 kali



Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bersama Baznas Jabar, Jabar Quick Respon (JQR) hingga saat ini masih berada di wamena & Sentani Jayapura di Posko Pengungsian Konflik Sosial Wamena untuk memverifikasi warga Jawa Barat dan akan memulangkan warga tersebut ke Jawa Barat.  Tim Dinsos Prov. Jabar turut membantu memindahkan sebagian pengungsi dari tempat konflik di Wamena ke Jayapura sebelum diberangkatkan ke Jawa barat.

Hingga saat ini data warga Jabar di Pengungsian terdapat 154 jiwa dan 54 KK yang berasal dari Kab/Kota Bandung,  Sukabumi,  Subang,  Cimahi,  Tasikmalaya,  Kuningan,  Cirebon,  Ciamis, dan Karawang,  sedangkan rata rata warga Jabar di Jayapura rata rata warga Jabar di Jayapura memiliki mata pencaharian sebagai Pedagang,  Wirausaha,  TNI,  Polisi,  ASN, dan Swasta.

Diperoleh hasil pendataan sementara warga Jabar yang ingin pulang kembali ke daerah asal Jawa Barat berjumlah 68 Orang, mereka ingin pulang ke Jawa Barat karena trauma Psikologis atas peristiwa Konflik tersebut dan faktor keamanan lainnya.

Berikut  rincian warga Jabar yang memilih pulang kembali ke Jabar ; Kabupaten Garut sebanyak 18 orang, Kab. Majalengka (2 orang), Kab. Sukabumi (7), Kota Bandung (4), Kab. Bandung (4), Kab. Kuningan (2), Kab. Tasikmalaya (5), Kab. Sumedang (8), Kab. Subang (8), Kab. Purwakarta (3), Kota Bogor (4), dan Kab. Indramayu (3).

Tim dinsos sendiri dibagi menjadi 2 tim untuk memudahakan dalam menangani atau berkoordinasi dengan pihak pemerintah jawa barat yg telah tiba di Papua. Tim pertama berada di Wamena bersama  Forum masyarakat Jabar di Papua, Kemensos RI,  TNI, Dirut PDAM, Pengusaha, Kabid di IPDN, Tim kedua menghadiri undangan Warga jabar yang ada di Antambua guna menindak lanjuti posko pengungsian.

Pemerintah Jawa Barat melalui Tim terus berupaya memantau kondisi warga Jabar dan terus melakukan pendataan sehingga warga Jawa Barat yang berada di daerah konflik tersebut untuk dapat dipulangkan ke daerah asal mereka di Jawa Barat. Jika tidak ada halangan,  proses pemulangan warga Jabar akan dilaksanakan di hari Selasa 8 Oktober 2019 Besok.

 


Bagikan

Komentar


Komentar