Dampak Kemiskinan Membuat Banyaknya Perempuan Rawan Sosial Ekonomi

Oleh Admin

Terbit Jumat, 11 Oktober 2019   Dibaca 8 kali



Persoalan kemiskinan merupakan masalah prioritas di daerah kami, perlu campur tangan pemerintah dalam penanganannya. Terlebih yang utama adalah pola pikir masyarakat harus berubah. Diharapkan dengan sosialisasi ini dapat memberikan sebuah gambaran masyarakat dalam penaganan kemiskinan dan mengetahui dampak yang terjadi akibat kemiskinan, ucap Suryadi, S.IP, Plt. Kepala Desa Sukatani, Kec. Parakansalak, Kab. Sukabumi dalam kegiatan Penyuluhan Sosial pada Selasa, 8 Oktober 2019 di Kantor Desa Sukatani, Kec. Parakansalak, Kab. Sukabumi.

Salah satu efek kemiskinan di Desa Sukatani, Kec. Parakansalak, Kab. Sukabumi adalah banyaknya Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, yaitu Seorang wanita yang berusia 15-59 tahun, menikah, belum menikah, janda yang tidak mempunyai penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, ujar Penyuluh Sosial Masyarakat Desa Sukatani, Ramdan Aprianda.

Faktor yang menyebabkan terjadinya Perempuan Rawan Sosial Ekonomi diantaranya adalah terjadinya perceraian/kematian suami, memiliki pendidikan yang rendah, kurangnya keterampilan yang dimiliki dan memiliki pekerjaan dgn gaji rendah, lanjutnya.

Dalam penanganan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi terdapat program dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUBE), bantuan yang diberikan kepada kelompok perempuan (10 orang per kelompok) dengan kriteria tertentu diantarnya adalah
1. Perempuan yang berusia 15-59 tahun
2. Melakukan Pernikahan Dini
3. Isteri yang ditinggal suami tanpa kejelasan
4. Menjadi tulang punggung keluarga
5. Berpenghasilan kurang atau tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarga.
Selain bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat terdapat pula bantuan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat yaitu Peka (Perempuan Kepala Keluarga) ucap Neni Hartini, Kepala Seksi Penyuluhan dan Pengembangan Sosial.

Memang tidak dapat dipungkiri dengan banyaknya pabrik yang dibangun di Kabupaten Sukabumi ada beberapa dampak, salah satunya terjadi perubahan peran. Dimana suami dirumah dan istri bekerja, jelas Gelora Syswati, Sekretaris Dinas Sosial Kab. Sukabumi.

Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi sudah menugaskan desa untuk mendata warga miskin dan seluruh PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial atau yang dahulu dikenal dengan nama PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), tetapi sampai saat ini banyak data yang belum dikirimkan ke kantor Dinas Sosial Kab. Sukabumi, ucap Sekretaris Dinas Sosial Kab. Sukabumi.

Diharapkan peserta penyuluhan disini yang sebagian besar adalah tokoh masyarakat untuk saling mengingatkan kepada RT/RW untuk mendata warga miskin dan PPKS lainnya sehingga kami dapat tepat sasaran dalam memberikan bantuan, tutup Gelora Syswati.

-Nia-


Bagikan

Komentar


Komentar