Presiden RI melaksanakan Kunjungan ke Kota Cimahi dalam Memberikan Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan

Oleh Admin

Terbit Kamis, 30 Januari 2020   Dibaca 7 kali



CIMAHI-Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam memberikan Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan Tahap I yang dilaksanakan di Lapangan Rajawali Kota Cimahi. Hadir mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yaitu Kepala Bidang Linjamsos untuk bersama sama menyaksikan Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai kepada 2500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) meliputi empat wilayah yakni: Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Dalam pidatonya di depan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan masyarakat Kota Cimahi pada saat itu, Presiden RI mengajak seluruh masyarakat yang hadir agar selalu berupaya mementingkan gizi dari anak anak kita, karena kedepannya nanti anak anak akan dihadapkan dalam persaingan, yang mana seluruhnya berawal dari asupan gizi yang baik karena anak anak Indonesia harus senantiasa sehat, kuat dan cerdas. Presiden RI menyatakan pula bahwa di tahun ini terdapat kenaikan index pada kategori ibu hamil, dan anak usia dini dalam mendukung program pengurangan Stunting.

Menteri Sosial RI dalam sambutannya menyatakan bahwa Total Bantuan Dana untuk Provinsi Jawa Barat menerima sebesar 1,1 Triliyun bagi 1,6 juta Keluarga Penerima Manfaat dan Kementerian Sosial memastikan penyaluran Batuan PKH tepat waktu. Hal ini merupakan upaya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Dalam kesempatan yang sama Menteri Sosial menyatakan bahwa menurut Badan Pusat Statistik pada bulan September 2018 di angka 9,66 % Kemiskinian kini menjadi 9,22 % pada September 2019, hal tersebut merupakan penurunan angka kemisikinan yang terendah sepanjang sejarah. Menteri Sosial memberikan laporannya kepada Presiden RI di depan seluruh masyarakat yang hadir hari ini bahwa total bantuan PKH Tahap I untuk Jawa Barat sebesar 172 Miliar Rupiah dan terdapat 344 KPM tergraduasi dan menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar KPM tergraduasi tersebut lebih berdikari dan sejahtera.

Dalam rangkaian acara tersebut, Menteri Sosial menyatakan bahwa pada tahun 2020 Index bantuan Sosial PKH disesuaikan dengan kebutuhan keluarga pada aspek Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial sehingga jumlah bantuan yang akan diterima oleh KPM menjadi bervariasi tergantuang komponen yang dimiliki dengan pembatasan maksimal 4 (empat) orang per keluarga.

(YUYUN-HUMAS DINSOS)


Bagikan

Komentar


Komentar