Uu Ruzhanul Lepas Distribusi Bansos Jabar di Garut

Oleh Admin

Terbit Jumat, 15 Mei 2020   Dibaca 5 kali



KAB. GARUT -- Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum melepas distribusi bantuan sosial (bansos) Provinsi Jabar untuk masyarakat Kabupaten Garut di Kantor Pos Garut, Selasa (12/5/20).

Adapun alokasi penerima bansos provinsi untuk Kabupaten Garut berjumlah 89.734 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS). Rinciannya, 47.983 KRTS Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan 41.751 KRTS non DTKS.

"Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat hari ini bekerja sama dengan Pemkab Garut, PT POS Indonesia, dan Bulog, akan menyalurkan bantuan untuk masyarakat Kabupaten Garut," kata Kang Uu.

Kang Uu mengatakan, bansos provinsi disalurkan supaya dampak sosial dan ekonomi warga terdampak COVID-19 bisa teratasi. Ia pun memastikan sembako yang menjadi bagian bansos non tunai tepat mutu, berkualitas, dan layak konsumsi.

"Di Kabupaten Garut hari ini, jumlah (bansos) yang dikirimkan cukup besar. Karena memang Pak Gubernur disaat pendataan yang kedua mempersilahkan tanpa kuota. Berapapun kalau punya hak, silahkan didata," ucapnya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar dan DPRD Jabar. Ia pun menegaskan, bansos provinsi Jabar akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Pemda Provinsi Jabar kepada DTKS dan non-DTKS hampir 89 ribu paket (bansos)," katanya. "Sebanyak 29.000 Kepala Keluarga akan ditutupi dengan APBD Kabupaten Garut untuk masa tanggungan selama 4 bulan," tambahnya.

Kepala Regional V PT Pos Indonesia Helly Siti Halimah mengatakan, bansos provinsi Jabar di Kabupaten Garut akan didistribusikan ke 42 kecamatan, dan 242 desa/kelurahan.

"Kami siap untuk melaksanakan amanah yang telah diserahkan ke PT POS Indonesia dari Pemda Provinsi Jabar," katanya.

"Kepada rekan- rekan (kurir) tetap semangat. Ini adalah ibadah kita untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Garut khususnya. Tetap bekerja dengan baik, ikuti protokol kesehatan dalam masa pandemi COVID-19," imbuhnya.


Bagikan

Komentar


Komentar